West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

USAID Dukung Program Pemberdayaan Masyarakat Lokal Mimika

Lembaga pembangunan internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat lokal di Mimika, Papua.

Mission Director USAID, Walter North kepada ANTARA di Timika, Selasa, mengatakan, sejak 2007 lembaga tersebut telah membantu program pemberdayaan masyarakat lokal di Mimika dan memberikan dukungan dana sebesar 1 juta dolar AS.

“Untuk di Timika kami memberikan dukungan dana sebesar 1 juta dolar AS. Program yang kami laksanakan bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia, LPMAK (Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro) serta Pemda setempat,” jelas Walter.
Ia mengatakan, program yang dilaksanakan USAID di Mimika mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian dan perikanan.
Di bidang pertanian, USAID melalui Amarta membuka lahan pertanian sawah untuk ditanami padi di Kampung Aramsolki, Distrik Agimuga. Melalui program itu, warga suku Amungme dilatih bercocok tanam padi yang sebelumnya tidak pernah mereka kerjakan.

Di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui kerja sama USAID dan LPMAK diberikan bantuan modal usaha kepada Yayasan Jaya Sakti Mandiri dan kelompok usaha warga suku Dani di Kampung Utikini Baru Distrik Kuala Kencana yang menggeluti peternakan unggas dan ternak babi.

Sedangkan untuk pengembangan masyarakat nelayan suku Kamoro di wilayah pesisir Mimika, melalui Koperasi Maria Bintang Laut Keuskupan Timika melakukan penimbangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Paumako Distrik Mimika Timur dan pembangunan pabrik es di Kokonao Distrik Mimika Barat.

Para nelayan juga mendapat bantuan kredit lunak peralatan tangkap berupa mesin ketinting 8 PK, jaring dan cool box yang harus dicicil kembali setiap menjual hasil tangkapannya.

Walter mengatakan, USAID terus berkomitmen mendukung program pemberdayaan masyarakat lokal di Mimika mengingat di daerah yang sulit dan terpencil kondisi kehidupan warga masih cukup sulit.

“Mudah-mudahan program semacam ini bisa terus dikembangkan karena kelihatannya di daerah terpencil dan jauh dari kota masih kesulitan transportasi, sehingga warga harus menggunakan perahu motor melalui sungai atau helikopter untuk bisa menjangkau ke sana,” katanya.

Menurut dia, dukungan USAID dalam program-program tersebut semata-mata guna mempercepat kemajuan masyarakat di wilayah pedalaman Mimika. Selain itu program tersebut juga dalam upaya meningkatkan kesehatan warga, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta keterampilan lainnya.

“Kami serius terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Papua. Apalagi, ada ancaman yang sangat besar dari penularan kasus HIV/AIDS. Karena itu, perhatian akan lebih difokuskan kepada kelompok berisiko tinggi,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti komitmen memberdayakan masyarakat lokal di Mimika, Rabu siang ini USAID dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman bersama dengan LPMAK.

Dalam kunjungan kerja ke Timika, Senin (26/7), Walter yang didampingi sejumlah staf USAID sempat meninjau areal persawahan di Kampung Aramsolki, Distrik Agimuga, Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) milik PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Timika, pusat peternakan unggas dan babi Yayasan Jaya Sakti Mandiri dan kelompok usaha warga suku Dani di Kampung Utikini Baru Distrik Kuala Kencana.

Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan meninjau pusat pendaratan ikan Koperasi Maria Bintang Laut Keuskupan Timika di Pelabuhan Paumako Distrik Mimika Timur.

Koperasi Maria Bintang Laut sejak 2008 membeli hasil tangkapan ikan para nelayan suku Kamoro di wilayah pesisir Mimika untuk selanjutnya didistribusikan ke PT Pangansari Utama dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika sebanyak 2,4 ton per minggu.

Dalam kunjungan itu, Walter didampingi Vice President PT Freeport bidang Social and Local outreach Development (SLD) Arief Latif, Kapolres Mimika AKBP Mochammad Sagi, dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) Emanuel Kemong.

Source : Antara

Juli 28, 2010 - Posted by | Dana, Dukungan Internasional, Education, Environment |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: