West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Pencabutan Isu Papua Tunjukkan AS Bersahabat dan Hormati Kedaulatan NKRI

Keputusan Kongres Amerika Serikat (AS)dalam mencabut isu Papua dalam RUU Apropriasi HR 3057, yang antara lain mempertanyakan keabsahan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua tahun 1969, menunjukkan prestasi diplomasi Indonesia, dan niat AS yang bersahabat serta menghormati kedaulatan NKRI, kata seorang pengamat masalah internasional LIPI.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Fortuna Anwar menyambut baik upaya berbagai pihak yang bersahabat dengan Indonesia di Kongres dan luar Kongres AS yang telah berupaya mendepak masuknya resolusi Papua itu dalam RUU. Menurut Dewi keputusan Kongres AS yang mencabut isu Papua dalam RUU Apropriasi HR 3057 itu pun merupakan prestasi para diplomat Indonesia dan berbagai pihak yang senantiasa berupaya mengedepankan persahabatan dengan Indonesia, dan yang tidak kalah pentingnya adalah teman-teman di luar negeri menunjukkan sikap yang bersahabat.

Hanya saja, ia mengingatkan agar pemerintah tidak “hanya berjuang sendiri” melainkan tetap menggalang persahabatan dengan berbagai pihak, seperti lembaga swadaya masyarakat, media massa, dan kalangan akademisi untuk membantu Indonesia memberikan penjelasan tentang Papua kepada Kongres AS.

Seperti diketahui bahwa pencabutan isu yang berkaitan dengan masalah Papua tersebut dilakukan pada saat pembahasan tingkat konferensi bersama (joint conference) mengenai RUU Apropriasi HR 3057 pada 1 November lalu.

RUU Apropriasi HR 3057 diperkirakan akan disahkan menjadi hukum pada pekan depan. Dapat dipastikan bahwa HR 2601 yang mencantumkan agenda Papua sudah tidak relevan lagi dan tidak akan menjadi hokum.

Saat ini Pemerintah Indonesia pun menyambut baik terhapusnya isu Papua dari Kongres AS dan menganggap penghapusan itu sebagai wujud dari konsistensi sikap kalangan Pemerintah maupun Kongres AS terhadap keutuhan Negara Kesatuan RI (NKRI). Dengan demikian diharapkan untuk selanjutnya masalah pencabutan tersebut merupakan perkembangan yang positif, sejalan dengan upaya kita selama ini untuk terus menggalang dukungan dari pihak Pemerintah maupun Kongres AS terhadap NKRI.

Bagi Deplu RI, pencabutan isu Papua dalam RUU Apropriasi HR 3507 itu merupakan buah dari upaya diplomasi yang dilakukan berbagai elemen bangsa. Selama ini Pemerintah Indoensia selalu konsisten melakukan upaya tersebut dengan penuh keyakinan supaya sikap AS selaras dengan itikadnya untuk mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua.

Source : Kapanlagi.com

Juni 27, 2010 - Posted by | AS |

1 Komentar »

  1. siapa blg caput ..kshan org2 jawa ..papua tetap papua barat ..jawa tetap org jawea … agamanya tdak sama dgn org jawa … org papua malas agama yg lain smua agama kristen … pasti opapua merdeka

    Komentar oleh miskin | Juni 28, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: