West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Waspada terhadap kelompok yang memanfaatkan isu Papua

Jubir Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Maco Tabuni, menyesal dan mengutuk keras peryataan Tim Pansus DPRP saat melakukan aksi demo di depan Kantor Depdagri Jakarta awal Juni 2010 lalu yang menyatakan bahwa bila SK 14 MRP tidak disahkan, maka rakyat Papua akan merdeka. Untuk itu, KNPB menuntut agar tim Pansus DPRP mencabut pernyataan tersebut. ‘’Kepada tim Pansus pilkada Provinsi Papua, KNPB meminta isu Papua merdeka agar tidak dijadikan alat kompromi politik untuk kepentingan elit politik Papua.

Menurut Maco Tabuni bahwa KNPB mengutuk keras tim Pansus pilkada di Papua atas pernyataannya tersebut yang mengatasnakan rakyat Papua. Rakyat Papua Barat dan kawan-kawan mahasiswa di seluruh Jawa-Bali yang ikut tergabung dalam demo di Kantor Mendagri oleh tim Pansus Pilkada Papua, agar tidak terprovokasi oleh kepentingan elit politik Papua. Menurut Maco Tabuni bahwa DPRP seharusnya focus pada masalah di Puncak Jaya dan di Expo waena yang mengkibatka korban rakyat Papua.

Kejadian diatas merupakan contoh dari beberapa kasus yang terjadi di Papua. Isu Papua merdeka masih menjadi komoditi politik sekelompok elite politik Papua untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Mereka selalu mengatasnamakan rakyat Papua dan untuk memperjuangkan kesejahteraan di Papua, tapi dibalik itu semua mereka memiliki tujuan untuk memperkaya dan berkuasa.

Isu Papua Merdeka juga dijadikan “bargaining” oleh kelompok separatis Papua dalam dan luar negeri untuk kepentingan mereka. Rasa kecewa sebagian 43 warga Papua di Australia yang telah dibohongi Herman Wanggai dan arogansi Benny Wenda yang menolak untuk memikirkan masa depan Papua menjadi bukti bahwa mereka bukanlah “Pahlawan tapi trouble maker” yang selalu memanfaatkan kemiskinan, ketidakadilan dan penderitaan rakyat Papua untuk kepentingannya sendiri. “Papua Merdeka” hanyalah slogan murahan yang sulit untuk diwujudkan.

Isu Papua merupakan sumber pendapatan bagi beberapa Elite politik Papua dan Jakarta, LSM, aparat keamanan dan kelompok separatis, yang bila diolah dapat menjadi sumber pendapatan dan kekuasaan. Karena itu, berapapun besar alokasi dana Otsus di Papua, jika pemikirannya masih seperti itu, sangat sulit mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera. Seharusnya muncul generasi muda Papua yang memiliki nasionalisme dan intelektual tinggi yang dapat menyatukan semua lapisan di papua sehingga dapat memanfaatkan dana Otsus untuk membangun Papua. Banyak pemuda Papua yang belajar di dalam dan luar negeri yang memiliki potensi tersebut. Berikan mereka kepercayaan untuk memimpin dan menggantikan pemimpin tua di Papua. Pemerintah pusat dan daerah bersama-sama memberikan dukungan dalam pemberdayaan masyarakat Papua. Sehingga kedepan dapat melahirkan rakyat Papua yang mampu untuk mengelola kekayaan alamnya dan dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Papua dapat bersaing dan sejajar dengan Propinsi lain di Indonesia.

Juni 21, 2010 - Posted by | Conflict, Issue, Opinion, Politics |

3 Komentar »

  1. makasih banyak infonya…

    saya jadi tahu…

    salam hangat…

    Komentar oleh phones camera | Juni 21, 2010 | Balas

  2. sy kutuk orang2 papua yang bilang papua tidak bisa merdeka

    Komentar oleh wem | Juni 23, 2010 | Balas

  3. Jangan katakan bahwa kamu belum merdeka karena Alkitab Allah mengatakan sekarang kamu telah dimerdekakaan tetapi jangan kemerdekaan itu kamu gunakan untuk menghakimi sesamamu tetapi gunakanlah untuk kebaikan bagi semua orang, apabila kita mengatakan kita belum merdeka maka dosa itu tetap ada pada kita sampai saat ini,dunia dan segala isinya akan berakhir tetapi firman Tuhan akan tetap tinggal selama-lamanya…. siapakah kita yang sebenarnya milik Allah atau milik dunia atau milik para partai politik?…..Kamu adalah Milik Allah.

    Komentar oleh Minsar Hutabalian,SH | Juli 19, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: