West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Masalah Utama Di Papua

Written by Lambang Triyono,
Perdamaian di Papua masih menghadapi banyak hambatan, meskipun juga ada peluang dan harapan. Papua hingga kini masih rentan terhadap konflik-konflik (prone to conflict), khususnya konflik separatis, dan juga konflik-konflik lokal lainnya akibat belum terpecahkan masalah-masalah ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan, dan resistensi politik berkaitan dengan kebijakan pusat yang kontraproduktif terhadap pelaksanaan Otsus Papua. Masih rentannya konflik sehingga menghambat perdamaian di Papua terutama terkait dengan masalah-masalah berikut.

Pertama, masalah kesenjangan, ketimpangan dan ketidakadilan pembangunan di Papua. Termasuk disini adalah kesenjangan antar daerah dan komunitas, antara komunitas kota dan daerah pedalaman, atau penduduk pendatang dan penduduk asli, dalam akses terhadap pembangunan. Potensi konflik akan semakin besar bila kesenjangan ini semakin tajam tidak teratasi oleh pembangunan, khususnya kebijakan Otsus yang ada. Terutama belum membaik, atau belum teratasi berbagai masalah sosial-ekonomi di daerah pedalaman, penduduk di tingkat kampung-kampung dan distrik yang masih terisolir oleh pembangunan, kebijakan Otsus, atau kebijakan pusat lainnya, menjadikan mereka akan mudah didekati, yang kemudian menjadi lebih dekat, kepada organisasi Papua merdeka (OPM) yang menjanjikan kehidupan lebih baik kepada mereka.

Kedua, pelaksanaan Otsus, dengan mandat khusus untuk memajukan penduduk asli Papua dan didukung oleh mayoritas penduduk Papua itu, masih sangat lemah dan belum memuaskan, belum ditopang penguatan kelembagaan, MRP, memadai, serta belum mampu meningkatkan kualitas hidup mayoritas penduduk Papua, terutama di pedalaman, kampung-kampung dan distrik-distrik. Mayoritas penduduk Papua pendukung Otsus, atau Pro-Otsus, bisa kecewa, bila berbagai kebijakan pusat kontraproduktif atau memperlemah Otsus, terus tetap digulirkan, sehingga semakin meningkatkan daya tawar gerakan OPM masih terus menghantui mereka.

Ketiga, masalah OPM belum tersentuh, bahkan oleh Otsus sekalipun. Mereka sejauh ini belum menerima Otsus, dan terus melancarkan gerakan bersenjata, meskipun sporadis, tidak terorganisir, seperti di Aceh, tidak punya perwakilan atau dukungan khusus dari penyebaran benih politik gerakan Papua merdeka di tingkat internasional dan nasional. Perdamaian tanpa menyentuh atau melibatkan kelompok-kelompok berkonflik, terutama kelompok garis keras dalam konflik, seperti OPM dan pendukungnya, tidak mungkin terealisir. Perdamaian di Aceh membuktikan hal itu, berhasil karena GAM masuk didalamnya, meskipun semula begitu berat melakukannya.

Keempat, karena masih sporadis, OPM yang tidak terorganisir, dan juga karena kompleksitas dinamika konflik yang ada, terkait dengan banyaknya faksi-faksi dalam konflik akibat kesenjangan pembangunan, lemahnya Otsus, dan kebijakan pusat kontraproduktif terhadap Otsus, seperti konflik migran dan penduduk asli, kelompok Pro-Otsus, menyulitkan terbentuknya kelompok bisa mewakili kepentingan Papua dalam meja perundingan, dialog atau perdamaian. Perdamaian hanya bisa dilakukan kalau ada perwakilan memadai. Dalam kasus Papua, terbentuknya kelompok mewakili Papua sangat sulit, sehubungan dengan mosaik aktor-aktor konflik yang ada, dan keterkaitan rumit diantara faksi-faksi konflik yang ada.

Kelima, terkait dengan masih minimnya upaya perdamaian, atau belum adanya upaya dan langkah sistematis, sengaja, dan terarah dilakukan untuk perdamaian Papua. Pemerintah pusat sendiri belum berkomitmen membuka dialog, sementara di daerah juga tidak berkembang inisiatif mengupayakan perundingan, dialog dan perdamaian. Upaya diplomasi dan membuka perundingan atau dialog, terutama dengan kelompok OPM, sejauh ini tidak dilakukan. Sementara, kebijakan Otsus yang memungkinkan untuk terbukanya dialog juga belum diarahkan kesana, sehingga Papua ke depan masih sangat rentan menghadapi konflik yang ada.

Maret 26, 2010 - Posted by | Dialog |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: