West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Biak Bentuk 45 Desa Siaga Kesehatan

by Biak Rasine ·

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua hingga akhir 2009 berhasil membentuk sebanyak 45 desa siaga dalam upaya mengatasi masalah pelayanan kesehatan di daerah ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Biak, Drs Sefnath Korwa MS di Biak, Jumat mengatakan, desa siaga adalah wilayah di mana penduduknya memiliki kesiapan sumber daya, kemampuan, dan kemauan untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kondisi gawat darurat kesehatan secara mandiri.

Masyarakat yang terlibat dalam desa siaga diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan kesehatan di kampung-kampung, keberadaan program itu sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan derajat kehidupannya,” kata Sefnaht Korwa.

Dia menyebutkan, tujuan dibentuknya Desa Siaga guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di berbagai kampung tentang pentingnya kesehatan.

Tujuan lain adanya desa siaga ini, menurut Kandikes Korwa, untuk meningkatkan kesiapan masyarakat desa dalam mengantisipasi serta melaksanakan tindakan penyelamatan ibu hamil, melahirkan, nifas hingga menekan angka kematian ibu dan bayi di setiap kampung.

“Desa siaga memberikan informasi kepada masyarakat kampung terhadap pemenuhan gizi serta melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Korwa.

Disinggung sasaran dibentuknya Desa Siaga, menurut Kadinkes Korwa mencakup semua individu dan kepala keluarga di kamoung supaya mampu melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehata.

Melalui desa siaga ini, lanjut Korwa, dapat meningkatkan kepedulian warga masyarakat terhadap masalah kesehatan di lingkungan tempat tinggal.

“Dengan program desa siaga diharapkan meningkatkan peran serta masyarakat kampung dalam pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Dia mengakui, pendekatan dalam tahap pengembangan Desa Siaga ini adalah proses pembangkitan peranserta masyarakat melalui pengerakan dan pemberdayaan masyarakat

Proses yang dilaksanakan, lanjut Korwa, pada dasarnya adalah bagaimana memfasilitasi masyarakat menjalani proses pembelajaran melalui siklus pemecahan masalah yang terorganisasi dengan tahapan-tahapan.

Diantara tahapan itu, menurut Korwa, masyarakat mampu mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, sumber daya untuk mengatasi masalah, diagnosis masalah, merumuskan alternatif pemecahannya.

Warga masyarakat kampung yang terlibat dalam desa siaga diharapkan dapat memantau dan mengevaluasi pelayanan kesehatan sehinggga mampu menganalisis hambatan untuk mencari pemecahannya secara bersama-sama,” ungkap Kadinkes Korwa.

Dia mengakui, indikator Desa Siaga meliputi forum masyarakat desa ada sarana dan fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan sistem rujukan.

“Desa juga mempunyai sistem pengamatan penyakit dan faktor risiko berbasis masyarakat, sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawat daruratan dan bencana berbasis masyarakat. Selain itu, upaya mewujudkan lingkungan sehat dan upaya menciptakan dan terwujudnya Keluarga Sadar Gizi,” katanya.

Source : Antara/FINROLL News

Februari 12, 2010 - Posted by | Health |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: