West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Keseriusan Dalam Mengungkap Kasus Freeport

Kasus penembakan PT. Freeport yang baru-baru ini terjadi dan melukai warga asing dari Kanada membuktikan bahwa keamanan di Timika dan Freeport khususnya masih belum kondusif . Sebelumnya aparat keamanan di Papua selalu menyalahkan gerakan OPM dibalik peristiwa tersebut, namun setelah kematian komandan OPM Kelly Kwalik 16 Desember 2009 lalu peristiwa penembakan masih terjadi.

Lalu kini siapa yang harus disalahkan ? untuk mengungkap itu semua perlu adanya evaluasi dan intropeksi dari Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, dan aparat keamanan, baik TNI maupun Kepolisian untuk duduk bersama guna mengungkap aktor dibalik insiden yang terjadi PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yorrys Raweyai mengemukakan sudah begitu banyak biaya dan fasilitas yang disiapkan untuk pengamanan di kawasan penambangan PT Freeport Indonesia Tembagapura, Mimika, Papua. Oleh karena itu segera selesaikan dan mengusut tuntas sampai menemukan pelakunya, sehingga tidak menimbulkan pro kontra di antara pemerintah dan aparat keamanan.

Sementara itu, Mantan Anggota Komisi I DPR, Sabam Sirait yang juga Mantan Ketua Pansus Otsus Papua meminta masalah penembakan harus dituntaskan. Pihak keamanan harus menyelidiki siapa pelakunya dan mengumumkan secara terbuka sekaligus diproses secara hukum sampai ke pengadilan. Jangan terus-menerus menuduh rakyat Papua yang melakukan hal itu, jangan membuat takut dan menciptakan rasa tidak aman bagi rakyat asli Papua di sana. Hentikan semua tuduhan karena mereka sudah lama menderita akibat intimidasi dan kekerasan yang dilakukan negara terhadap rakyat asli Papua.

Padahal besarnya Freeport berasal dari kekayaan alam Papua, namun kenapa kebesaran perusahaan tersebut tidak memberikan rasa aman dan kesejahteraan bagi rakyat Papua. Ironisnya pemimpin pusat dan daerah begitu antusias dan serius dalam menyikapi masalah keamanan Freeport dan sebaliknya menutup mata atas segala kesenjangan yang terjadi disekitar Freeport.

Penyelesaian persoalan keamanan Freeport memang tidak semudah mengurai benang kusut, karena begitu banyak kelompok yang berkepentingan dalam penanganan Freeport. Isu kemiskinan, pencemaran, perusakan lingkungan, kesenjangan social dan ketidakadilan yang sudah berlangsung bertahun-tahun menjadi pemicu munculnya kelompok pemberontak OPM. Namun demikian ada pula kelompok yang memanfaatkan “ketakutan terhadap OPM” untuk dapat terlibat dalam pengamanan perusahaan “emas” Freeport. Tidak tangung-tangung, aparat keamanan dari unsur TNI dan POLRI menempatkan pasukan elitenya di Timika hanya untuk melindungi PT. Freeport. Begitu besarnya PT.Freeport di Timika, seolah-olah bagaikan “Negara dalam Negara” yang memerlukan perlindungan maksimal dari gangguan kelompok yang dianggap sebagai ancaman.
Pengungkapan actor dibalik semua insiden yang terjadi di Freeport, memerlukan komitmen dan keseriusan pemerintah pusat. Freeport merupakan salah satu dari sekian banyak persoalan yang terjadi di Papua. Kalau menyelesaikan persoalan keamanan di Freeport saja tidak selesai bagaimana menyelesaikan persoalan Papua secara keseluruhan. Janganlah intimidasi dan terror selalu dijadikan “alat” untuk memperoleh keuntungan kelompok tertentu namun mengorbankan rakyat Papua dan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama sebagai masyarakat Papua dan Indonesia tunjukan kepada dunia bahwa kita bukan bangsa yang mudah diadu domba oleh bangsa asing. Sadarlah wahai para pemimpin bangsa dan pejabat pusat dan daerah, agar tidak memperkaya diri sendiri dan kelompoknya dengan mengorbankan rakyat dan kekayaan alam Indonesia, karena semua itu hanya sesaat dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Samy

Januari 29, 2010 - Posted by | Freeport |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: