West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Aksi FWPC di Inggris tak perlu ditanggapi

Aksi demonstrasi damai yang seringkali digelar beberapa orang yang menamakan diri “Free West Papua Campaign (FWPC)” yang di depan gedung KBRI London pimpinan Benny Wenda tidak perlu ditanggapi seraca politis, karena itu hanyalah cara mereka mencari uang dengan menarik perhatian wisatawan . Hal tersebut disampaikan salah seorang mantan pejuang politik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sudah secara resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia, Nicholas Messed .

“Aksi demonstrasi di depan gedung KBRI London dengan pemeran utama Benny Wenda yang mengenakan pakaian tradisional orang asli Papua itu merupakan sebuah atraksi seni, sehingga tidak perlu ditanggapi secara politis, tetapi dipandang dari sisi seni berbusana tradisional. Jika pendemonya meneriakkan kemerdekaan Papua maka hal itu tidak perlu digubris,” katanya.

Sebaiknya Benny Wenda tidak perlu mencari sensasi politik di luar negeri, tetapi kembali saja ke Papua, tanah kelahirannya dan bersama-sama dengan saudara-saudaranya membangun Papua menuju Papua Baru yang lebih adil, damai dan sejahtera.

Seharusnya Benny Wenda sadar dirinya saat ini sedang dimanfaatkan oleh LSM tertentu untuk kepentingan LSM itu sendiri yang ujung-ujungnya adalah menarik simpatik guna mendatangkan uang sebanyak-banyaknya demi suksesnya agenda politik LSM tersebut. FWPC dalam aksinya tidak pernah mendapat dukungan dari pemerintah Inggris, karena FWPC sendiri tidak diakui sebagai organisasi resmi di Inggris. Jadi untuk apa FWPC mengkampanyekan kemerdekaan Papua, kalau Inggris sendiri mendukung keutuhan NKRI dan Papua bagian dari Indonesia.

“Patut dicatat, Pemerintah Inggris telah secara resmi dan konsisten mengakui Papua sebagai bagian integral dari NKRI,” tegasnya. Menurut Messed, apa yang dilakukan Benny Wenda bersama rekan-rekannya itu hanyalah membuang waktu dan energi. Jauh lebih baik dia kembali ke Papua untuk membangun tanah Papua ini.

“Saya sudah punya pengalaman puluhan tahun berjuang di luar negeri untuk kemerdekaan Papua, namun semua perjuangan itu sia-sia belaka, malahan menyengsarakan diri sendiri dan merugikan sesama masyarakat di tanah Papua,” katanya. “Baik atau tidak baik, tanahku Papua lebih baik. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baiklah di negeri sendiri,” katanya dengan nada puitis.

Januari 20, 2010 - Posted by | Education, Issue

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: