West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Pasca tertembaknya panglima OPM Kelly Kwalik pada 16 Desember 2009 lalu

Situasi Papua khususnya Timika secara umum kondusif. Namun demikian perlu diwaspadai  pengikutnya  dan simpatisan OPM yang masih ingin berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dan memisahkan diri dari NKRI.  Menyikapi hal tersebut mantan anggota Presidium Dewan Papua (PDP), Franz Albert Joku ketika diwawancarai pada 23 Desember 2009 oleh Skh. Media Indonesia, mengatakan :

  1. Prosesi kematian Kelly Kwalik yang begitu controversial dikarenakan beliau simbol perjuangan hak orang papua. Oleh karena itu masyarakat Papua yang bersimpati dalam proses pemakamannya jangan ditindak.
  2. Pentingnya dialog antara masyarakat Papua dengan pemerintah pusat dalam menyikapi persoalan di Papua. Gerakan masyarakat Papua melalui OPM sebenarnya ditujukan untuk  memperoleh kehidupan yang layak  dan memiliki hak yang sama dengan warga Negara Indonesia adalah wajar dan sehat, selama itu masih dalam bingkai NKRI.
  3. Organisasi Papua Merdeka (OPM) lahir dan berkembang setelah berintegrasi kedalam NKRI. OPM muncul sebagai akibat dari kelalaian dalam menangani masyarakat Papua seperti kesenjangan, kekerasan dan keterbelakangan dalam pembangunan.  Namun demikian, aktifitas OPM baik dalam dan luar negeri tidak didukung oleh dunia internasional.  Vanuatu dulu pernah mendukung OPM untuk memisahkan diri dari NKRI, namun hanya sebatas retorika. Memang ada sejumlah LSM yang mendukung OPM, akan tetapi masyarakat Papua seharusnya sadar bahwa dukungan tersebut  memiliki maksud dan kepentingan tertentu.
  4. OPM terbagi dalam beberapa kelompok, kelompok OPM pimpinan Setrum Korem yang tinggal di Belanda menjadikan 1 Juli 1971 sebagai hari kemerdekaan Papua. Kemudian kelompok OPM yang menetapkan 1 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan Papua. Selanjutnya kelompok Michael Karenth di Belanda yang menjadikan 27 Nopember sebagai hari kemerdekaan Papua. Kelompok Melanesia Baru, Bintang 14 yang menetapkan 14 Desember sebagai HUT Papua. Kelompok-kelompok OPM tersebut saling bersaing sehingga menyebabkan tewasnya  Kelly Kwalik.  Kematian Kelly Kwalik akibat ulah dari teman-teman Papua yang bermukim di Luar Negeri yang mengajak Kelly untuk keluar dari kediamannya di pegunungan Timika.
  5. Aktifis OPM di Australia, Belanda, Inggris, PNG dan Vanuatu sebenarnya hanya menginginkan konflik di papua terus berlanjut ketimbang selesai. Mereka akan terus memprovokasi  guna memelihara konflik tersebut sehingga dapat memberi keuntungan bagi mereka untuk dapat bertahan hidup di luar negeri.
  6. Kami pernah merasa malu ketika mengkampanyekan Papua merdeka di AS, Inggris, Selandia Baru dan Australia., karena ketika menghadap  Departemen Luar Negeri di negara-negara tersebut untuk memperoleh dukungan, kami malah dinasehati oleh mereka untuk kembali ke NKRI.
  7. Pemerintah AS, Inggris, Selandia dan Australia menyarankan untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah Indonesia berkaitan dengan pelaksanaan Otsus. Walaupun Otsus dalam penerapannya belum sempurna sebagai akibat dari masih adanya kecurigaan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Papua, namun hal tersebut dapat diselesaikan dengan komitmen dan saling percaya.
  8. Tuntutan OPM untuk merdeka dinilai sudah kadaluarsa, karena trend dunia saat ini lebih memfokuskan kepada perubahan iklim, ancaman pemanasan global dan pembangunan. Oleh karena itu wajar jika OPM diluar negeri tidak mendapat dukungan internasional. Dunia kini tidak lagi berbicara tentang independen tapi interdependent.
  9. Oleh karena itu menghimbau masyarakat Papua baik didalam maupun diluar negeri agar bersatu dengan NKRI seperti bersatunya Uni Eropa. Tuntutan Negara baru tetap tidak akan mendapat dukungan internasional. Memang simpati terhadap gerakan OPM ada, tapi jangan disalahartikan sebagai bentuk dukungan untuk Papua merdeka.
  10. Teman-teman Papua yang tinggal diluar negeri berhentilah membohongi dan membodohi masyarakat Papua. Yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua adalah tindakan nyata untuk membangun bersama Papua. Janganlah menjual mimpi kepada masyarakat Papua seolah-seolah ada Negara yang mendukung kemerdekaan Papua, padahal kenyataannya bohong belaka.
  11. Tidak semua masyarakat Papua meminta merdeka, banyak diantara mereka kini telah menjadi  gubernur, bupati, walikota dan wakil rakyat di tingkat DPRD maupun DPR. Banyak orang Papua yang ingin hidup sejahtera dan tidak menderita lagi. Otsus merupakan kompromi politik antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua. Jadi bila ada kejanggalan dan hambatan dalam pelaksanaannya, diselesaikannyapun melalui dialog untuk saling mengoreksi kekurangan sehhingga dapat diperbaiki dengan didasari oleh saling percaya. Kalau ini berjalan dengan baik tanpa gangguan, Papua akan lebih baik dari PNG dalam 12 tahun kedepan.

Desember 26, 2009 - Posted by | Prominent Figure |

2 Komentar »

  1. blognya oke…….
    http://boeangsaoet.wordpress.com

    Komentar oleh Saut Boangmanalu | Desember 26, 2009 | Balas

  2. semoga papua tetap bersama nkri untuk selama nya dan terhindar
    dari godaan opm.

    Komentar oleh handoko | April 7, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: