West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Indonesia siap untuk membuka Perbatasan Skouw-Wutung

Indonesia telah mengumumkan bahwa mereka siap untuk membuka jalan lintas batas dengan Negara Independen Papua Nugini. Persiapan telah dibahas di Komite Perbatasan Bersama (JBC) telah melakukan pada 7-10 Desember 2009 di Jakarta. Indonesia dan PNG telah menandatangani sejumlah kesepakatan terutama mengenai pembangunan infrastruktur sepanjang perbatasan. Lebih lanjut menurut juru bicara presiden, Presiden SBY akan mengunjungi PNG pada tanggal 10 Februari 2009, tapi rencana akan melakukan jika PNG sudah mengatur semua infrastruktur di daerah perbatasan. Pos dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri PNG Michael Somare.

Membuka skouw-Wutung perbatasan itu sangat penting bagi orang-orang kedua negara sebagai Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan bahwa dengan pembukaan perbatasan jumlah orang dari PNG yang datang untuk berbelanja di Jayapura akan meningkat karena harga di kota itu lebih murah, sementara Bahasa Indonesia pedagang dari Jayapura akan merasa lebih mudah untuk menjual produk mereka di Vanimo, PNG ibukota provinsi yang dekat dengan perbatasan. Ada manfaat yang bisa didapat oleh kedua belah pihak. Mereka mendapatkan harga yang lebih murah dan kita akan dapat menjual komoditas kita. Pos perbatasan juga diharapkan untuk mengurangi jumlah penyeberangan ilegal. “Dengan dibukanya pos hukum, masyarakat lokal diharapkan untuk menggunakannya,” katanya.

Pertanyaannya adalah pemerintah PNG sudah atau tidak untuk membuka perbatasan karena sebelumnya penduduk Vanimo di Papua Nugini telah memprotes pembukaan baru jalan lintas perbatasan yang menghubungkan kota mereka dengan ibukota di Indonesia Provinsi Papua, Jayapura. Menurut Port Moresby Post-Courier, para demonstran khawatir bahwa PNG tampaknya tidak siap dan siap untuk menangani arus pengunjung yang melewati pos perbatasan di Wutung PNG ke samping.

Alasannya adalah pembukaan jalan raya dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih serius untuk PNG sebagai gelombang baru imigran ilegal bisa melewati pos perbatasan dan kemudian menghilang ke PNG seperti yang lain telah dilakukan di masa lalu. PNG harus menyediakan infrastruktur dan staf untuk mengamankan pos perbatasan dan memberikan karantina, imigrasi, bea cukai, polisi, Angkatan Pertahanan, perpajakan dan layanan lainnya yang diperlukan untuk memastikan kepatuhan dengan PNG ketat undang-undang oleh setiap orang yang ingin masuk PNG, “komentar koran.

“Pemerintah seharusnya tidak terburu-buru ke upacara pembukaan apapun sampai semua layanan yang diperlukan dan tenaga kerja yang siap untuk memberikan gerakan melintasi perbatasan bersama. Itu juga harus memastikan orang-orang Sepik Barat, gereja-gereja, kelompok wanita dan pemuda dengan jelas mengerti implikasi penuh dari membuka kota perbatasan mereka dengan pengunjung dari pihak Indonesia. Pembukaan hubungan antara kedua negara perlu dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan perbatasan bersama tidak menjadi titik transit untuk kegiatan kriminal transnasional seperti penyelundupan manusia, narkoba dan perdagangan senjata, pelacuran dan impor produk-produk ilegal ke PNG, “katanya.

Di seberang perbatasan, pompa bensin khusus sedang dibangun untuk PNG pengunjung untuk mencegah mereka dari pembelian minyak solar dan bensin disubsidi oleh pemerintah nasional Indonesia .. Tetapi gubernur provinsi Papua Barnabas Suebu mengharapkan gelombang PNG pengunjung, terutama dari Vanimo, karena Jayapura’s harga lebih murah. “Ada manfaat yang bisa didapat oleh kedua belah pihak. Mereka mendapatkan harga yang lebih murah dan kita akan dapat menjual komoditas kita,” katanya.

Wilson / PT 17 Desember 2009

Sumber: http://www.papuatoday.com

Desember 22, 2009 - Posted by | Border |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: