West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Apa Sebenarnya Akar Masalah Papua

Oleh : Anindya Putri Destyawati
KabarIndonesia – Masalah Papua harus diselesaikan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemuka-pemuka masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang berada di daerah Papua.

Munculnya berbagai konflik di Papua karena akar persoalan belum diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah bersama masyarakat Papua.
Akar konflik di Papua sampai sekarang belum diurus dengan baik yaitu masalah marginalisasi orang Papua, pelanggaran Hak Azasi Manusia dan lainnya terkait kasus pendudukan lapangan terbang perintis Kaisepo di Distrik Memberamo Hilir, Kabupaten Memberamo Raya oleh kelompok bersenjata sejak 19 Mei lalu.

Keadaan ini terjadi karena kurang percayanya masyarakat Papua terhadap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, tanpa adanya niat baik dan platform yang sama dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk menuntaskan masalah-masalah mendasar orang Papua maka wilayah di ujung timur Nusantara ini tetap akan konflik.

Stabilitas politik dan keamanan di Papua sangat rapuh. Kejadian-kejadian kecil bisa dipakai untuk sebuah isu politik yang besar. Semua kelompok bisa bermain di Papua. Berkaitan dengan kasus pendudukan lapangan terbang perintis Kaisepo di Memberamo Hilir, hal itu merupakan dampak dari konflik kepentingan elit politik lokal.

Kelompok separatis di Papua macam-macam, ada kelompok yang sudah lama, tetapi ada juga yang bisa terbentuk dengan sendirinya dalam waktu kapan saja. Masyarakat Papua sebetulnya sudah jenuh dengan berbagai konflik yang terjadi yang tidak jelas akar persoalannya. Masyarakat Papua, menghendaki penyelesaian secara menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang ada di Papua sebagaimana yang terjadi di Nangroe Aceh Darussalam.
Penyelesaian masalah Papua tidak pernah sampai tuntas seperti di Aceh. Itulah yang membuat Papua menjadi rapuh.

Agar rakyat Papua bisa menikmati hidup yang aman, meminta unsur pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Papua harus benar-benar komit untuk menjalankan empat agenda utama Otonomi Khusus (Otsus). Keempat agenda tersebut yaitu pembenahan yang tuntas sistem pendidikan dasar dan kesehatan yang masih sangat memprihatinkan, dan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan agar rakyat Papua merasa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari NKRI.

Desember 7, 2009 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: