West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Konferensi keanekaragaman hayati papua diharapkan akan menghasilkan tindakan nyata

Konvensi Papua Pertama tentang Keanekaragaman Hayati Internasional untuk pembangunan berkelanjutan, yang berlangsung dari Selasa sampai Sabtu, diharapkan akan menghasilkan rekomendasi berbuah termasuk peta jalan untuk Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen bulan depan.

Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan hari Kamis konvensi diadakan di Jayapura ini diharapkan dapat memberikan inspirasi aksi nyata dalam rangka untuk membawa ide-ide segar untuk UNFCCC. Ini [acara] adalah salah satu langkah antara UNFCCC di Bali pada 2007 dan Kopenhagen konvensi. “Gagasan kami dalam penyelenggaraan acara empat hari berlaku adalah untuk menghasilkan langkah-langkah dalam mempertahankan keanekaragaman hayati, khususnya dalam membangun pembangunan berkelanjutan di Papua. Hasil dari konvensi ini akan dipresentasikan pada Kopenhagen untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Papua adalah mampu menangani isu-isu lingkungan, terutama dalam mengurangi emisi dan mitigasi dampak perubahan iklim global. Indonesia kini sangat bergantung pada hutan Papua untuk keanekaragaman hayati dan suplai oksigen. Oleh karena itu, konvensi akan menekankan pelestarian hutan Papua. Namun, dari sekitar 8 juta hektar hutan yang dialokasikan untuk konversi, kita mungkin akan menggunakan hanya satu juta hektar. Papua memiliki total 41.25 juta hektar hutan. Sekitar 50 persen dari total kawasan hutan dialokasikan sebagai kawasan konservasi; 30 persen adalah untuk hutan produksi dan sisanya 20 persen disediakan untuk konversi hutan. Dalam maintainaing Papua’forest Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan bahwa Papua telah mulai menerapkan kebijakan untuk menanam 10 pohon untuk setiap pohon ditebang. Di bawah kebijakan ini, rakyat Papua akan mulai mencari nafkah dari menanam dan memelihara pohon, bukan penebangan mereka saat mereka kerjakan. Selain itu, lahan yang dikonversi dapat digunakan untuk perkebunan kelapa sawit yang akan dikelola secara lestari untuk menghindari kerusakan ekosistem hutan.

Source : Jakarta Post

November 16, 2009 - Posted by | Politics |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: