West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus untuk pembangunan Papua

Pembangunan di Indonesia timur propinsi Papua akan diberikan perhatian khusus oleh pemerintah pusat dalam periode 2009-2014, Vice President terpilih Boediono mengatakan di Jakarta, Senin.

“Saya ingin mendapatkan informasi tangan pertama mengenai kondisi nyata di Papua, terutama di Pegunungan Tengah dan wilayah perbatasan, sehingga pemerintah pusat dapat membuat rencana pembangunan yang tepat untuk provinsi,” Boediono mengatakan kepada wartawan selama berhenti-over di Mozes Kilangin bandara di sini.

Boediono mengakui bahwa ia belum pernah ke Papua sebelumnya, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh transportasi darat. Vice President yang terpilih mengatakan bahwa untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah terpencil di Papua, infrastruktur jalan yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain harus dibangun.  Selain membangun infrastruktur jalan, katanya, pemerintah pusat juga akan mendorong pemerintah kabupaten dan kota di provinsi untuk memberikan perhatian khusus untuk pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan. Dia juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan sembilan bupati dan Gubernur Papua Barnabas Suebu di kota kabupaten Jayawijaya Wamena pada hari Selasa dan Rabu sebelum melanjutkan ke Tanah Merah di Boven Digoel distrik di mana dia akan mendedikasikan Sue pelabuhan.

Sementara itu, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe menyatakan harapan bahwa pemerintah pusat akan membangun jalan dari Yuguru ke Abema di salah satu daerah pegunungan di Papua. Jarak antara Yuguru di perbatasan Kabupaten Mimika dan Asmat, dan Abema di kabupaten Jayawijaya adalah sekitar 140 kilometer, sementara rute antara Jayapura dan Wamena adalah sekitar 500 kilometer. Jalan yang menghubungkan Jayapura dan Wamena yang telah dibangun sejak tahun 1980-an belum selesai karena pengkhianatan dan daerah pegunungan. Lukas Enembe mengatakan pembangunan bekicot-mondar-mandir di wilayah pegunungan di Papua adalah karena kurangnya sarana transportasi.

Sumber : ANTARA News | Timika | Papua |  Senin, September 28, 2009 | Nasional |

September 28, 2009 - Posted by | Economics

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: