West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Sekolah-sekolah di pedalaman Mimika ditutup selama berbulan-bulan

Selasa, September 22, 2009
Aktivitas Akademik di sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika interior `s telah terhenti selama beberapa bulan karena telah menjadi guru-guru mereka terjebak di kota Timika, salah seorang guru berkata.

Kepala distrik JILA `s sekolah menengah pertama (SMP), Natalis Nimbitkendik, mengatakan ia dan guru-guru lain di sekolahnya masih di Timika, karena mereka tidak punya transportasi untuk kembali ke JILA.

“Kita tidak dapat kembali ke JILA, karena tidak ada transportasi untuk sampai ke sana,” katanya.
Dia mengatakan para guru biasanya perjalanan ke JILA dari Timika oleh PT Freeport Indonesia helikopter yang disewa oleh Amungme dan Yayasan Pengembangan Masyarakat Kamoro (LPMAK).

JILA beberapa desa di kabupaten, seperti Hoeya, Bela, Alama, Geselema dan lainnya berada 3.000 meter di atas permukaan laut, dan hanya dapat dicapai dengan transportasi udara.

Tapi karena insiden penembakan di wilayah konsesi pertambangan emas dan tembaga PT Freeport, perusahaan `s tidak lagi helikopter terbang ke distrik JILA ataupun Keakwa di distrik Mimika Timur Tengah.

Cantius Emereyauw, seorang tokoh masyarakat suku Kamoro, mengatakan selama tiga bulan YPPK `s Bona Ventura sekolah dasar telah benar-benar berhenti beroperasi. Keberadaan para guru juga tidak diketahui.

“Tidak ada kegiatan sekolah selama tiga bulan, karena guru tidak di stasiun mereka,” katanya.

Dia mengatakan dia khawatir tentang masa depan murid-murid `sekarang bahwa sekolah mereka telah terganggu.

Sekolah dasar di Mimika yang dijalankan oleh Katolik Yayasan Pendidikan dan Sekolah (YPKK) Timika juga hanya beroperasi sekarang dan kemudian dengan santai guru.

Sementara itu, para guru dengan status pegawai negeri tidak ada, dan menghabiskan waktu mereka melakukan sesuatu yang lain di kota, katanya. Ironisnya, guru-guru ini terus menerima gaji dan tunjangan penuh dari negara.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dana sekolah yang menerima dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah juga sedang digelapkan oleh kepala sekolah dengan bebas.

“Kami mendesak Mimika` s pemerintah daerah melalui aparat terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap situasi ini, “kata Cantius.

Sumber : ANTARA News| Timika| Papua

September 25, 2009 - Posted by | Education

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: