West Papua Today

Jangan pernah lupa dengan Sejarah

Mimika fokus pada pengurangan tingkat kematian ibu

Markus  Makur

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika yang berfokus pada pengentasan angka kematian ibu di 12 kabupaten melalui Dinas Kesehatan setempat, sejalan dengan program yang diprakarsai oleh pemerintah propinsi untuk memberikan perawatan kesehatan yang baik bagi orang-orang di daerah pedesaan Papua, baik itu di pegunungan , pedalaman atau wilayah selatan Papua. Program ini akan dilaksanakan di setiap kabupaten di seluruh propinsi dengan mengirimkan tim untuk memberikan konseling, pemeriksaan medis dan suplemen makanan bagi ibu hamil di daerah pedesaan.

Kantor kesehatan telah ditempatkan tenaga medis di daerah pedesaan dan di 13 klinik kesehatan masyarakat di 12 kabupaten Mimika. Kesadaran di antara wanita hamil di Kabupaten Mimika masih sangat rendah meskipun pelayanan medis yang disediakan oleh klinik, sudah sedemikian rupa sehingga Mimika sering dianggap kurang layak layanan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Erens Meokbun kepada wartawan di Timika baru-baru ini para tenaga medis yang sering menjumpai kendala di lapangan, seperti dari anggota masyarakat yang menolak untuk menolong diri sendiri atau orang-orang yang tidak mengetahui isu-isu kesehatan. Kata Meokbun seperti halnya pengarahan  untuk mengurangi angka kematian ibu dengan rutin melakukan pemeriksaan medis di klinik di 12 kabupaten, kantor kesehatan juga akan memberikan ujian bagi mereka yang terinfeksi TBC, malaria, konseling dan informasi tentang HIV / AIDS mitigasi kepada orang-orang di desa-desa.

“Tim-tim dari kantor kesehatan mengunjungi desa-desa dan klinik kesehatan masyarakat untuk membuat program klinik mobile di Papua sukses dengan berfokus pada menyelamatkan nyawa ibu hamil. Tim-tim yang sedang bekerja untuk memberikan check up medis untuk wanita hamil sehingga bayi mereka dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, “katanya.

Departemen Kesehatan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 5 miliar (sekitar US $ 500.000) untuk membayar mobile klinik di seluruh Papua, termasuk menggunakan dana bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Dinas Kesehatan provinsi telah mengusulkan sebesar Rp 6 miliar dalam mendukung dana dari pemerintah kabupaten tim anggaran pada tahun 2010. Menurut Meokbun pihaknya telah didistribusikan Jamkesmas kartu asuransi kesehatan untuk penduduk di daerah pedesaan. Mereka akan dibebaskan dari kewajiban membayar tagihan medis ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit yang dikelola pemerintah dan klinik kesehatan masyarakat.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang ditemukannya kasus gizi buruk di Kabupaten Mimika Timur Jauh, Meokbun mengkonfirmasi lima anak di Mimika Timur Jauh ibukota Ayuka menderita kekurangan gizi, dan saat ini sedang dirawat oleh tim medis.

Mimika jangka menengah program pembangunan (2009-2013), yang disetujui oleh DPRD seminggu yang lalu, termasuk sejumlah rencana pembangunan, seperti meningkatkan sumber daya manusia di Mimika dengan memberikan akses yang sama terhadap pendidikan di daerah pedesaan; mewujudkan pendidikan gratis di negara – berjalan,  serta swasta, sekolah, dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, seperti perawatan kesehatan yang baik kepada orang-orang di desa-desa.

Bupati Mimika Klemen Tinal pihaknya akan membebaskan siswa di sekolah-sekolah negeri di Mimika dari membayar biaya sekolah sepanjang periode anggaran 2009. “Jika ada sekolah, dari SD hingga tingkat SLTA, menuntut biaya sekolah, mereka harus mengembalikan uang kepada orangtua karena pemerintah Papua telah dibebaskan siswa dari membayar biaya sekolah.” Saya sangat serius dengan peningkatan pendidikan di sini, dengan memberikan pendidikan untuk setiap anak Papua di daerah pedesaan Mimika, “katanya.

Sumber : The Archipelago | Timika | Rabu, 09/23/2009 |

September 25, 2009 - Posted by | Health

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: